✍️ Blog

Sony Dikabarkan Stop Rilis Game Single-Player PS5 ke PC, Ada Apa?

game

Sony Dikabarkan Stop Rilis Game Single-Player PS5 ke PC, Ada Apa?

22 Mei 2026 · Admin

Para gamer PC yang sudah nyaman menikmati game eksklusif PlayStation di Steam tampaknya harus bersiap gigit jari. Sony dilaporkan bakal menghentikan strategi porting game single-player PS5 ke PC demi memperkuat ekosistem dan eksklusivitas konsol PlayStation.

Dunia gaming sedang dihebohkan oleh rumor kurang sedap bagi para pengguna PC. Sony dikabarkan akan menghentikan kebiasaan mereka merilis game single-player utama dari PS5 ke platform PC. Langkah ini menjadi plot twist yang cukup mengejutkan, mengingat beberapa tahun terakhir Sony justru sedang gencar-gencarnya mengekspansi pasar PC.

Menurut laporan dari jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, CEO PlayStation Studio Business, Hermen Hulst, kabarnya telah mengonfirmasi hal ini dalam sebuah pertemuan internal. Ia menyatakan bahwa game single-player naratif dari studio first-party PlayStation akan dikembangkan khusus untuk konsol. Kebijakan ini seolah membawa kita kembali ke era PS4, di mana semua game jagoan mereka hanya bisa dimainkan di ekosistem PlayStation.

Perjalanan Singkat Sony di Pasar PC

Sejak tahun 2020, Sony sebenarnya sempat melakukan pergeseran strategi yang radikal. Mereka mulai membuka diri dengan membawa game eksklusif populer seperti Horizon Zero Dawn, Days Gone, God of War, Ghost of Tsushima, hingga The Last of Us Part I ke PC. Bahkan pada tahun 2021, Sony membentuk divisi khusus bernama PlayStation PC LLC untuk menangani proses porting ini.

Langkahnya awalnya disambut meriah oleh komunitas gamer PC yang akhirnya bisa mencicipi game berkualitas tanpa harus membeli konsol. Banyak yang memprediksi bahwa ini adalah awal dari tren baru di mana semua game Sony akan berakhir di PC. Namun, industri gaming rupanya penuh dengan kejutan.

Mengapa Sony Mengubah Strategi?

Ada beberapa alasan kuat di balik keputusan Sony untuk kembali fokus pada eksklusivitas konsol:

  • Penurunan Performa Penjualan PC Port: Meskipun perilisan awal seperti God of War dan Marvel's Spider-Man sukses besar (menyumbang pendapatan hingga lebih dari $300 juta pada tahun 2023), judul-judul baru justru lesu. Game seperti Ratchet & Clank: Rift Apart, Horizon Forbidden West, God of War Ragnarök, dan Marvel's Spider-Man 2 dilaporkan memiliki angka penjualan yang jauh lebih kecil di PC.

  • Jeda Rilis yang Terlalu Lama: Analisis dari Newzoo menunjukkan bahwa strategi Sony yang merilis versi PC setahun (atau lebih) setelah versi konsol menjadi bumerang. Saat versi PC rilis, antusiasme pasar sudah menurun karena sebagian besar permintaan sudah terpenuhi di konsol utama.

  • Kekhawatiran Proteksi Brand: Petinggi PlayStation khawatir rilis di PC dapat mengikis nilai jual konsol PS5. Ditambah lagi dengan rumor proyek konsol masa depan Microsoft (Project Helix) yang dirancang ramah game PC, Sony tampaknya ingin membentengi game flagship mereka agar tidak bisa diakses di ekosistem kompetitor.

  • Kontroversi Akun PSN: Sentimen negatif dari komunitas PC terkait kewajiban tautan akun PlayStation Network (PSN) pada game seperti Helldivers 2 juga disinyalir memicu manajemen Sony untuk mengevaluasi ulang strategi porting mereka.

Siapa Saja yang Terdampak?

Dengan adanya kebijakan baru ini, game single-player yang dinantikan seperti Ghost of Yōtei, Saros, dan Marvel's Wolverine kemungkinan besar akan tetap menjadi game eksklusif permanen di PS5.

Namun, ada pengecualian untuk beberapa kategori game:

  1. Game Live-Service/Multiplayer: Game berbasis komunitas seperti Helldivers 2, Marathon, dan Marvel Tokon akan tetap dirilis secara multiplatform karena membutuhkan basis pemain yang besar.

  2. Game Studio Eksternal: Game yang dikembangkan pihak ketiga tetapi diterbitkan oleh Sony, seperti Kena: Scars of Kosmora dan Death Stranding 2, dinilai masih memiliki peluang untuk rilis di PC.

Apa Langkah Sony Selanjutnya?

Langkah ini menegaskan bahwa Sony ingin mengembalikan nilai premium dari konsol PlayStation. Di tengah harga hardware konsol yang semakin meningkat, Sony harus memberikan alasan kuat berupa jajaran game eksklusif berkualitas agar konsumen mau berinvestasi membeli konsol mereka.

Apakah strategi kembali ke 'khitah' eksklusivitas ini akan berhasil mendongkrak penjualan PS5? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Bagi para gamer, peta persaingan ini memaksa kita untuk lebih bijak dalam memilih platform bermain utama ke depannya.

← Kembali ke Blog