film
Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Pro Player Mobile Legends ONIC Kairi di Layar Lebar
07 Mei 2026 · Admin
Film drama "Nobody Loves Kay" siap menggebrak bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026, mengangkat kisah inspiratif perjalanan hidup pro player Mobile Legends ternama, Kairi dari tim ONIC, dalam mengejar mimpinya di dunia e-sport.
Para pecinta e-sport, terutama penggemar Mobile Legends, siap-siap! Film yang sudah ditunggu-tunggu, "Nobody Loves Kay", bakal segera tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini bukan sekadar drama biasa, tapi mengangkat kisah nyata yang super relatable tentang perjuangan seorang anak muda di kancah e-sport, terinspirasi dari perjalanan hidup pro player ONIC Esports, Kairi.
"Nobody Loves Kay" digarap oleh sutradara Bernardus Raka, yang juga menulis skenarionya bersama Johanna Wattimena. Proyek ini berada di bawah payung produksi QUN films dan Visinema Pictures, dengan Giovanni Rahmadeva sebagai Produser Eksekutif. Raka sendiri mengaku punya kedekatan personal dengan cerita perjuangan Kairi, yang membuatnya merasa terpanggil untuk mengangkat kisah ini ke layar lebar. "Lebih ke relasi personal sih, antara perjuangan Kairi dan perjuanganku," ujar Raka dalam sebuah sesi media. Ia juga blak-blakan mengakui sempat dirundung keraguan saat menggarap film panjang perdananya ini, lho. Tapi berkat dukungan produser yang percaya penuh pada visinya, "Nobody Loves Kay" akhirnya bisa terwujud.

Film ini bakal membawa kita menyelami momen-momen krusial dalam hidup Kay, yang diperankan oleh Bima Azriel, mulai dari masa SMA hingga puncak kariernya sebagai pro player. Ceritanya dibuka dengan suasana menegangkan menjelang final kompetisi Mobile Legends dunia. Di tengah tekanan itu, Kay mengenang kembali perjalanan panjangnya yang penuh liku. Dulu, Kay punya mimpi besar menjadi pro player bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio. Tapi, seperti kebanyakan anak muda yang punya passion di luar jalur akademis, Kay harus menghadapi tantangan berat. Nilainya anjlok parah, sampai ibunya memberi ultimatum keras: perbaiki nilai atau pindah ke Arab!
Demi mempertahankan dunia gaming-nya, Kay berusaha keras menyeimbangkan antara sekolah dan turnamen, dibantu oleh Amanda, teman sekelasnya yang pintar. Namun, fokus yang terbagi ini justru membuat hubungan di dalam timnya mulai goyah. Ido kesulitan beradaptasi dan bekerja sama, sementara Aurelio sendiri sedang sibuk dengan masalah keluarganya. Konflik pun tak terhindarkan dan akhirnya memuncak, membuat Kay dikeluarkan dari tim dan persahabatan mereka pun retak.

Ambisi besar Kay untuk menjadi yang terbaik di dunia e-sport mendorongnya mengorbankan banyak hal, bahkan sampai menjauh dari orang-orang terdekatnya. Keputusan ini justru membawa Kay ke titik terendah dalam hidupnya: kehilangan sahabat, dikeluarkan dari sekolah, dan nyaris harus meninggalkan mimpinya untuk pindah ke Arab. Di fase inilah Kay mulai tersadar dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan keluarga dan sahabat. Perlahan tapi pasti, hidupnya kembali berbalik arah ketika ia mendapat kesempatan kedua untuk menjadi pro player. Kali ini, Kay memilih jalan yang lebih bijak, tidak lagi dikuasai ambisi semata, dan hanya mau melangkah jika mendapat restu dari orang tuanya.

Beberapa tahun kemudian, Kay akhirnya berdiri di panggung terbesar, panggung final dunia, menghadapi Ido yang kini bukan hanya sahabat lamanya, tapi juga rival terberatnya. Kisah ini nggak cuma tentang pertarungan di arena virtual, tapi juga tentang persahabatan, ambisi, pengorbanan, dan bagaimana restu orang tua punya peran penting dalam menggapai mimpi. Film ini menyoroti bagaimana dunia e-sport bukan sekadar hobi, tapi bisa menjadi profesi yang menjanjikan, sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh Melati Sesilia, salah satu pemain di film ini. Melati, yang memerankan karakter Sinta, mengaku senang bisa terlibat dalam film ini dan ingin membuktikan bahwa e-sport adalah jalur karier yang valid.
Selain Bima Azriel sebagai Kay, film ini juga dibintangi oleh deretan nama familiar seperti Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Basboi, Melati Putri Rahel Sesilia (sebagai Sinta), Dewa Dayana, Anton E. Girgis, dan banyak lagi. Melihat jajaran pemain dan premis ceritanya, "Nobody Loves Kay" berpotensi jadi film yang sangat relevan dan inspiratif bagi generasi muda yang sedang berjuang mengejar passion mereka. Teaser trailer resminya pun sudah dirilis, menampilkan cuplikan yang menjanjikan cerita "yang relate dengan generasi sekarang tentang mimpi, pilihan hidup, dan perjuangan untuk dipercaya." Jadi, jangan sampai ketinggalan ya, catat tanggalnya! Siapa tahu kisah Kay ini bisa jadi suntikan semangat buat kamu yang lagi berjuang mewujudkan mimpi.